Sebuah organisasi HAM ternama Eropa Kamis (3/12) mengecam pemerintah Polandia atas perlakuan dan stigmatisasi terhadap warga LGBTI di negara Eropa timur itu.

Dalam sebuah laporan, Dunja Mijatovic, komisioner HAM Dewan Eropa, mengkritisi partai nasionalis Hukum dan Keadilan yang berkuasa karena memburuknya kondisi dan perlakuan warga LGBTI. Mijatovic secara terang-terangan mengecam Presiden Andrezej Duda, setelah Duda menyebut gerakan LGBTI sebagai sebuah “ideologi yang lebih buruk daripada komunisme.” Laporan itu menyebut pernyataan Duda sebagai “mendukung kebencian.”

“Stigmatisasi dan ujaran kebencian sangat berisiko melegitimasi kebencian,” kata Mijatovic dalam laporan itu. “LGBTI itu orang, bukan ideologi.”

Komisioner HAM Eropa itu mengutip berbagai insiden ketika propaganda, retorika kebencian dan pengucilan pernah dilakukan oleh otoritas Polandia, mengutip deklarasi “zona bebas LGBTI” oleh otoritas lokal di enam kota di Polandia sebagai mempromosikan kebencian dan mengekalkan stigmatisasi komunitas.

Kantor berita Reuters pada Kamis (3/12) melaporkan bahwa pemerintah Polandia merilis sebuah pernyataan yang menolak kritikan Mijatovic. Pemerintah mengatakan ikatan pernikahan antara laki-laki dan perempuan termanifestasi dalam konstitusi Polandia. Sebelumnya, ketua partai Hukum dan Kehakiman Jaroslaw Kaczynshi menyebut orang-orang LGBTI sebagai “ancaman terhadap keluarga tradisional.”

Mijatovic menyerukan penolakan RUU Polandia yang katanya menarget warga LGBTI.

“Otoritas publik, politisi dan tokoh masyarakat di Polandia jangan terlibat dalam ujaran kebencian atau diskursus apapun yang merendahkan warga LGBTI, dan … dengan tegas mengecam aksi dan pernyataan semacam itu, termasuk dari pihak-pihak swasta,” katanya.

Dewan Eropa adalah organisasi internasional yang didirikan setelah Perang Dunia II untuk menegakkan HAM. [vm/ka]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here